Jika Anda ingin berganti karier, sekarang bisa jadi adalah waktu yang tepat. Peluang begitu melimpah, terutama di AS saat banyak pekerja mendorong terjadinya Great Resignation. Terlebih lagi, para atasan sekarang mencari kandidat dengan latar belakang profesional yang beragam sehingga bersedia menyediakan akomodasi besar.
Jika Anda penasaran bagaimana rasanya berhenti dari pekerjaan Anda dan mengeksplorasi jalan baru dalam beberapa tahun terakhir, maka Anda termasuk dalam bagian mayoritas.
Di 2020 sendiri, hampir 50 juta warga Amerika berhenti atau mengubah karier mereka. Jumlah tersebut diekspektasikan akan naik di tahun 2022, dengan 74% pekerja yang siap mempelajari keahlian baru supaya bisa tetap dipekerjakan. Penelitian juga menunjukkan bahwa orang dewasa berusia 18-29 yang berhenti dari pekerjaan mereka di tahun 2021, 61% mengubah bidang pekerjaan mereka dibandingkan dengan 45% dari mereka yang berusia 30 dan lebih.
Entah itu Anda ingin mengeksplorasi pekerjaan sampingan atau bergabung dengan bidang pekerjaan yang sepenuhnya berbeda, akan terasa menakutkan untuk meninggalkan suatu jabatan dan memulai sesuatu yang baru. Apakah Anda membuat keputusan yang benar? Apakah Anda siap secara emosional? Kapan Anda harus memulai loncatan sepenuhnya?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kami baru-baru ini melakukan survei pada 214 pekerja profesional awal berusia 18-24 tahun, yang mengubah karier mereka antara bulan September 2021 dan April 2022. Kami mengumpulkan data mengenai kenapa mereka membuat perubahan karier dan bagaimana mereka melakukannya. Disamping itu, kami juga berbicara dengan manajer perekrutan yang merekrut mereka untuk memahami bagaimana tiap kandidat mampu menonjol dari yang lain.
Kami menemukan jika para atasan sekarang ini mencari kandidat dari latar belakang profesional dan pendidikan yang beragam, dan bersedia menyediakan akomodasi besar untuk mendapatkan bakat terbaik. Bagi para kandidat pelamar kerja, ini adalah kabar baik—terutama di AS yang mana para pekerja mendorong terjadinya Great Resignation.
Bagi siapa pun yang ingin berganti karier, ini adalah empat langkah kerangka kerja untuk memulai, berdasarkan penelitian kami.
1) Cari tahu apa (dan siapa) yang memotivasi dan menginspirasi Anda.
Jika pemikiran tentang berganti karier sudah menyelimuti diri Anda, mulailah dengan melakukan refleksi diri. 78% orang yang kami survei mengatakan bahwa mengidentifikasi motivasi mereka mampu membantu mereka mendapatkan pekerjaan yang lebih cocok untuk tujuan jangka panjang mereka.
Tanyakan pada diri Anda:
- Apa yang paling saya sukai dari pekerjaan saya sekarang atau di masa lalu?
- Apa yang tidak saya sukai?
- Apa yang mendorong saya mampu melampaui bidang kerja, keuntungan, atau tanggung jawab sehari-hari pada pekerjaan saya sekarang?
- Peluang pertumbuhan seperti apa yang ingin saya lihat dalam karier saya?
- Apa yang kurang dari jabatan atau bidang pekerjaan saya, dan bagaimana nantinya bidang pekerjaan yang baru membantu menemukannya?
Memahami motivasi Anda mampu membantu Anda menentukan tujuan yang tepat selagi Anda mencari peluang baru, menulis resume, dan mempersiapkan wawancara Anda.
Misalnya, katakanlah Anda ingin berpindah karier dari salesperson menjadi digital marketer. Selagi Anda menjawab pertanyaan di atas, Anda bisa jadi menemukan jika akar dari ketertarikan Anda berasal dari perkembangan pesat media digital dan peluang pertumbuhan baru di bidang tersebut. Anda mungkin juga berkeinginan untuk memperluas keahlian dalam penjualan dengan mempelajari bagaimana memasarkan produk di platform sosial. Atau mungkin Anda hanya ingin berganti dari perusahaan barang jadi ke perusahaan yang berfokus pada area yang Anda senangi, seperti pembelajaran digital.
2) Cari tahu keahlian yang Anda miliki sekarang dan keahlian yang perlu dikembangkan.
Tidak perlu khawatir memulai bidang baru. 68% dari responden survei kami yang secara sukses beradaptasi dengan industri baru mengatakan jika melakukan pergantian karier bukanlah hal yang tidak umum bahkan tidaklah sulit. Langkah pertama adalah mengidentifikasi keahlian Anda sekarang dan keahlian baru Anda yang mungkin Anda butuhkan, dan temukan cara untuk menjembatani celah tersebut.
98% dari responden kami yang berpindah karier menggunakan setidaknya satu dari tiga strategi berikut:
- Carilah di Google mengenai tren terkini dan kompetensi yang dicari oleh para perekrut di sektor di mana Anda ingin bergabung.
- Baca deskripsi pekerjaan untuk memahami hard skill dan soft skill yang paling Anda butuhkan untuk mengembangkan profesi tertentu.
- Berjejaringlah dengan orang-orang yang ada di bidang minat Anda untuk mempelajari lebih lanjut tentang apa yang dibutuhkan untuk profesi mereka.
Banyak industri yang membutuhkan keahlian yang saling melengkapi dan bisa diterapkan di lebih dari satu profesi. Keahlian yang bisa dialihkan—seperti keahlian menulis, memimpin dan berkolaborasi, kecerdasan emosional yang kuat, dan bahkan keahlian teknis seperti Excel dan coding—sangatlah berguna di berbagai sektor. Misalnya, jika Anda berpindah dari profesi salesperson di perusahaan teknologi menjadi manajer produk di sebuah perusahaan non-profit, keahlian Anda untuk membangun relasi dengan klien, mengelola ragam pandangan secara efektif, dan bernegosiasi secara baik adalah semua keahlian yang akan membantu keberhasilan Anda.
Jika Anda perlu mengembangkan hard skill yang lebih spesifik, seperti keahlian dalam penggunaan perangkat lunak baru, cobalah untuk mengikuti kursus online singkat atau program sertifikasi sebelum Anda melamar posisi tersebut. Tutorial YouTube juga bisa menjadi sumber yang membantu (dan gratis) yang bisa dipertimbangkan juga. Apa pun usaha yang Anda ambil, itu semua akan terlihat bagi atasan Anda jika Anda ingin belajar, bekerja keras, dan beradaptasi pada tantangan-tantangan.
Terakhir, jika Anda ingin masuk ke bidang yang lebih terspesialisasi, seperti hukum atau pekerjaan sosial yang membutuhkan gelar lanjutan, coba pertimbangkan program paruh waktu atau online. 13% dari responden mengatakan jika melakukan hal ini memungkinkan mereka tetap bekerja secara penuh sembari tetap mendapatkan eksposur pada bidang minat mereka. Dalam hal ini, perjalanan Anda bisa jadi lebih panjang dan membutuhkan banyak upaya, namun bertambahnya ketersediaan program gelar online bisa membantu memudahkan Anda masuk ke bidang baru tanpa kesenjangan karier yang signifikan.
3) Buatlah resume spesifik dan cover letter untuk tiap lamaran yang Anda buat.
Selain keahlian Anda, CV Anda juga butuh dipoles. Salah satu pekerjaan paling susah yang akan Anda hadapi adalah menunjukkan bagaimana pengalaman utama dan keahlian Anda bisa diaplikasikan ke pekerjaan dan sektor baru.
Melalui percakapan kami dengan para manajer perekrutan, kami memahami jika tujuan Anda harus menekankan pada keahlian yang bisa dialihkan dan pencapaian untuk mengimbangi kurangnya pengalaman di industri tersebut. Beginilah caranya.
Tambahkan ringkasan dalam resume.
Mulailah dengan menambahkan ringkasan di atas resume Anda untuk menunjukkan pada manajer perekrutan jika Anda mengambil pergantian karier.
Contoh: Pengacara yang berfokus pada hasil yang saat ini bekerja pada firma hukum dan sedang mencari transisi karier pada bidang HR. Saya memiliki empat tahun pengalaman dalam memberikan saran pada perusahaan multinasional, bekerja sama dengan tim global, dan membuat draf serta meninjau kontrak dan regulasi hukum. Saya memiliki minat yang besar terkait relasi karyawan dan saya bersemangat untuk bekerja dalam bidang manajemen HR.
Fokuslah pada keahlian Anda, bukan pengalaman Anda.
80% dari para manajer perekrutan di survei kami menyarankan untuk menghindari menonjolkan daftar pengalaman kerja Anda karena itu bisa jadi tidak relevan bagi klien potensial Anda dan mungkin membuat mereka berhenti dan mempertanyakan apakah Anda kandidat yang tepat. Justru letakkan informasi tersebut di akhir resume Anda dan kelompokkan pengalaman Anda di bawah keahlian spesifik tertentu. Anda bisa gunakan “Keahlian Negosiasi,” “Riset dan Analisis,” atau “Data Analitis” untuk menonjolkan keahlian yang Anda miliki.
Di bawah masing-masing keahlian, Anda bisa masukkan pengalaman Anda juga pencapaian Anda, meski itu berasal dari tahap sebelumnya dari riwayat pekerjaan Anda. Ingatlah jika keahlian yang Anda pelajari dengan menjadi sukarelawan (volunteer) atau non-profesional juga dihitung. Misalnya, jika Anda membantu teman dan keluarga Anda dalam hal pajak penghasilan mereka, pengalaman itu bisa jadi relevan dengan posisi akuntan. Pendekatan ini berhasil pada 70% responden kami saat mencari profesi di berbagai sektor.
Sertakan kursus atau sertifikasi yang relevan untuk profesi baru tersebut.
Tunjukkan gelar, sertifikasi, atau kursus apa pun yang relevan dengan profesi baru Anda—apakah Anda telah menyelesaikan pekerjaan ini atau sedang dalam proses menyelesaikannya—untuk menunjukkan kepada manajer perekrutan bahwa Anda serius dengan perubahan karier ini.
Terakhir, gunakan cover letter Anda untuk menguraikan secara detail mengenai diri Anda sendiri. Tunjukkan motivasi Anda sejak mengambil langkah awal, dan jelaskan apa yang telah menginspirasi Anda, ke mana arah karier Anda, dan bagaimana transisi ini selaras dengan tujuan jangka panjang Anda. Sertakan apa yang Anda lakukan untuk mempersiapkan diri dan mengapa Anda menjadi kandidat terbaik untuk profesi tersebut terlepas dari kurangnya pengalaman Anda (soft skill dan hard skill, komitmen, dan passion Anda).
4) Persiapkan diri untuk wawancara.
Bahkan setelah membaca CV Anda, manajer perekrutan kemungkinan akan tertarik dengan alasan Anda ingin meninggalkan pekerjaan atau industri Anda saat ini. Beberapa leaders yang kami ajak bicara mengatakan bahwa mereka ingin mendengar alasan yang tepat dari perubahan karier Anda, seperti peluang yang lebih baik, lebih banyak tantangan, dan pengembangan profesional. Mereka ingin mendengar bahwa Anda akan dapat melakukan pekerjaan dengan baik dan alasannya. Semakin Anda meyakinkan mereka bahwa Anda memiliki tujuan dan alasan yang dipikirkan secara matang untuk perubahan karier tersebut, mereka akan semakin nyaman untuk memberikan Anda kesempatan.
Dalam survei kami, 91% manajer perekrutan mengatakan bahwa mereka mencari karyawan yang bersemangat dan berkomitmen, dan kecewa dengan mereka yang dianggap tidak tulus atau tidak jujur. Berikut adalah beberapa hal yang dicari oleh manajer perekrutan.
- Sudahkah Anda melakukan riset yang cukup tentang perusahaan dan profesi tempat Anda akan melakukan wawancara?
- Apakah Anda memiliki cerita menarik yang menunjukkan keahlian dan pengalaman Anda untuk membantu pewawancara memahami mengapa Anda cocok untuk posisi tersebut?
- Apa saja soft skill yang membuat Anda unggul sebagai seorang individu? Ini dapat mencakup tingkat kesadaran diri Anda selama wawancara, kemampuan Anda untuk mengartikulasikan pemikiran Anda dengan baik, atau mampu berkolaborasi dan memimpin tim global atau tim yang beragam.
- Apakah Anda menunjukkan diri Anda yang tulus dan autentik selama wawancara? Pewawancara ingin mengenal Anda, tidak hanya sebagai calon karyawan tetapi juga sebagai individu.
- Apakah Anda mengajukan pertanyaan yang teliti tentang peran dan perusahaan tersebut?
Pada akhirnya, manajer perekrutan ingin memahami mengapa Anda tertarik untuk melakukan perubahan karier, menilai apakah Anda dapat belajar di tempat kerja, bekerja dengan baik dengan tim mereka, dan cocok dengan budaya perusahaan.
Saat Anda menjawab pertanyaan mereka, ikuti panduan berikut:
- Jangan menjelek-jelekkan: Bahkan jika Anda tidak puas dengan posisi Anda saat ini, jangan memfitnah atasan, bos, tim, atau industri Anda saat ini karena hal itu dapat berdampak negatif pada Anda.
- Jadilah sespesifik mungkin: Tekankan bahwa Anda tidak ingin meninggalkan pekerjaan Anda saat ini begitu saja. Sebaliknya, fokuslah pada bagaimana pekerjaan saat ini akan membantu Anda memenuhi kebutuhan Anda dengan lebih baik—apakah itu mempelajari keahlian baru, minat pada industri, atau budaya perusahaan.
- Tunjukkan keingintahuan: Gunakan momen ini untuk mengajukan pertanyaan mendalam tentang perusahaan, budayanya, dan peluang pembelajaran atau pertumbuhan karier apa pun yang mungkin mereka berikan.
- Fokus ke masa depan: Akhiri jawaban Anda dengan berfokus pada apa yang ingin Anda capai di masa depan. Jelaskan bagaimana posisi atau industri ini sejalan dengan passion atau minat Anda, bagaimana hal itu akan membantu Anda tumbuh secara profesional dan secara pribadi, tantangan yang mungkin Anda hadapi dan bagaimana Anda berencana untuk mengatasinya, dan bagaimana menurut Anda hal itu akan mengubah karier Anda untuk lebih baik.
Saat Anda menjelaskan alasan Anda, lebih fokuslah pada orang di depan Anda. Anda tidak berada di sana untuk meyakinkan mereka mengapa sebaiknya Anda meninggalkan pekerjaan Anda. Anda berada di sana untuk meyakinkan manajer perekrutan bahwa pengalaman, keahlian, dan pencapaian Anda menjadikan Anda kandidat terbaik untuk peran tersebut. Alihkan diskusi dari pengalaman kerja Anda sebelumnya dan fokuslah untuk menyoroti potensi kuat Anda sebagai karyawan di masa depan.
Meskipun mengubah karier bisa membuat stres, namun ini juga bisa menjadi proses yang sangat bermanfaat. Kemudian, mengingat tempat kerja mampu merangkul peran yang lebih fleksibel dan non-tradisional, tidak ada waktu yang lebih baik daripada sekarang untuk mengambil risiko.
Sumber: HBR (Ben Laker, Vijay Pereira, Nasrin Asgari, dan Reza Zanjirani Farahani, 16 Juni 2022)