Memulai sebuah pekerjaan baru selalu dibarengi dengan beberapa tantangan tak terduga. Salah satu yang paling sulit untuk diatasi adalah hubungan tegang dengan atasan baru Anda. Apa yang harus Anda lakukan saat Anda menyadari jika Anda tidak dapat bergaul dengannya? Mulailah dengan mengidentifikasi masalahnya. Dalam artikel ini, penulis menguraikan beberapa alasan akan adanya ketegangan tersebut dan menawarkan saran bagaimana cara mengurangi ketegangan hubungan tersebut.
Melegakan rasanya jika Anda memulai sebuah pekerjaan dan dengan cepat bisa membaur dengan atasan baru Anda. Tetapi, bagaimana jika sebaliknya? Bagaimana jika setelah beberapa bulan di posisi baru Anda dan Anda menyadari jika Anda dan atasan Anda tidak bisa membaur dengan baik? Apa yang seharusnya Anda lakukan?
Mulailah dengan mengidentifikasi masalahnya. Berikut adalah beberapa alasan adanya ketegangan dalam hubungan tersebut dan beberapa hal yang mungkin bisa membantu Anda mengurangi ketegangan hubungan tersebut.
Anda lebih berhati-hati.
Salah satu aspek kepribadian yang bisa menyebabkan kesulitan adalah sifat kehati-hatian, yang nampak pada motivasi Anda untuk menyelesaikan pekerjaan yang Anda mulai dengan baik dan mengikuti aturan yang Anda. Anda bisa jadi merasa jika atasan Anda terlalu banyak membebani Anda. Jika Anda lebih berhati-hati atau teliti daripada atasan Anda, Anda mungkin akan mencoba memoles tiap pekerjaan yang diberikan supaya nampak sempurna. Alhasil, Anda mungkin menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menyelesaikan tiap pekerjaan dibandingkan dengan yang diharapkan oleh atasan Anda.
Penting bagi Anda untuk mengetahui ekspektasi atasan Anda mengenai level perfection yang diharapkan untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu. Hal ini akan membantu Anda menyesuaikan seberapa besar upaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan dan membantu Anda mengatasi to-do list yang panjang.
Anda terlalu menyenangkan orang lain.
Karakteristik lain yang bisa menyebabkan masalah adalah keramahan, yang nampak pada betapa bersemangatnya Anda untuk membaur dengan orang lain. Jika Anda lebih ramah daripada atasan Anda, mereka mungkin tidak akan selalu memberikan feedback atau masukan yang membuat Anda merasa diterima di tempat kerja. Alhasil, Anda mungkin khawatir jika atasan Anda tidak menyukai Anda.
Penting bagi Anda untuk memperhatikan bagaimana atasan Anda memperlakukan semua orang. Jika mereka tidak ramah maka berfokuslah lebih pada feedback atas kinerja Anda dibandingkan pada interaksi interpersonal.
Anda mendekati peluang baru secara berbeda.
Karakteristik ketiga yang bisa menyebabkan masalah adalah keterbukaan pada pengalaman, yang nampak pada orientasi Anda pada hal-hal baru. Orang-orang yang terbuka akan termotivasi untuk menganalisa dan merangkul peluang baru, sementara itu orang yang tertutup akan menemukan alasan untuk menghindari peluang baru.
Ketika Anda dan atasan Anda memiliki banyak perbedaan dalam hal keterbukaan, maka salah satu di antara kalian mungkin menekan yang lain untuk berpikir dengan pandangan baru, sementara yang lain menolak keinginan tersebut. Apabila atasan Anda lebih tertutup dari Anda, akan lebih baik jika Anda menginformasikan dengan baik pada atasan Anda terlebih dulu mengenai pendekatan atau peluang baru di kala Anda perlu memutuskan suatu hal. Ini berguna untuk memberi kesempatan pada atasan Anda supaya lebih nyaman dengan situasi baru sebelum mengevaluasi situasi baru tersebut.
Atasan Anda tidak membantu Anda memprioritaskan suatu hal.
Jika Anda memiliki ketidakcocokan antara apa yang Anda pikir harus Anda lakukan dengan apa yang atasan Anda pikir harus Anda lakukan, maka kemungkinan Anda akan mendapatkan feedback negatif atas kinerja Anda terlepas upaya yang Anda berikan karena Anda bekerja pada hal yang “salah.”
Dalam hal ini, Anda perlu menunjukkan to-do list Anda pada atasan saat melakukan check-ins supaya bisa memiliki tujuan yang sama untuk menentukan mana pekerjaan yang paling penting (dan untuk menekankan apa yang sudah saya tulis sebelumnya, mana kira-kira pekerjaan yang membutuhkan usaha terbaik Anda).
Atasan Anda lebih reaktif dibandingkan strategis.
Apa yang harus Anda lakukan ketika atasan Anda mengomunikasikan tentang prioritas pekerjaan, tetapi prioritas yang dianggap paling penting justru berubah-ubah dari hari ke hari? Kejadian ini kerap kali terjadi ketika atasan Anda adalah orang yang lebih reaktif dibandingkan strategis pada suatu peristiwa. Naik turunnya prioritas ini sulit untuk diatasi karena Anda tidak pernah yakin apa yang harus Anda lakukan pada hari-hari tertentu.
Penting untuk melakukan check-ins secara berkala dengan atasan Anda yang prioritasnya mudah berubah supaya Anda bisa menentukan apakah ada area baru yang harus menunjukkan progres.
Anda tidak mendapatkan feedback yang Anda perlukan.
Akan jadi sangat bermasalah jika atasan Anda adalah orang yang suka mengalah. Karena orang-orang yang suka mengalah ingin disukai, mereka sering kali sulit memberikan feedback negatif secara langsung karena mereka merasa tidak akan disukai jika mereka memberikan kritikan. Ketika hal ini terjadi, Anda mungkin menyadari jika atasan Anda tidak menyukai kinerja Anda tanpa memberikan pernyataan apa pun akan bagaimana Anda seharusnya melakukan sesuatu dengan berbeda.
Dalam hal ini, penting untuk menanyakan pertanyaan spesifik mengenai pekerjaan Anda untuk mendapatkan feedback yang Anda butuhkan supaya bisa berkembang. Keuntungan dari pendekatan ini adalah ketika atasan Anda yang suka mengalah menyadari jika Anda menerima kritik konstruktif dengan baik, atasan Anda akan lebih mampu memberikan feedback tanpa perlu diminta.
. . .
Perlu diingat jika Anda tidak perlu begitu menyukai atasan Anda untuk menyukai pekerjaan Anda. Jika lingkungan kerja Anda stabil dan Anda bisa berbaur dengan setidaknya beberapa rekan kerja, tidak masalah jika Anda dan atasan Anda tidak bergaul atau menghabiskan waktu di luar bersama. Anda masih mungkin belajar banyak hal dengan memperhatikan bagaimana atasan Anda menyetir pekerjaan mereka. Fokus pada apa yang membuat mereka sukses dan ambil pelajaran tersebut ketika Anda melangkah maju ke jabatan leadership Anda.
Catatan terakhir: Diskusi di artikel ini mengasumsikan jika atasan Anda tidak melakukan suatu hal yang tidak pantas di tempat kerja. Apabila Anda memiliki atasan yang suka berteriak atau menciptakan lingkungan kerja yang tidak bersahabat atau melecehkan Anda, Anda perlu membicarakannya dengan pihak HR seketika. Anda tidak seharusnya mengatasi situasi tersebut sendirian.
Sumber: HBR (Art Markman, 1 Juni 2022)