Takut Apa yang Orang Pikir Tentang Kita?

Pernahkah Anda berada di dalam situasi di mana Anda khawatir tentang bagaimana orang lain melihat kita atau bagaimana persepsi orang tentang kita? ini kebanyakan triggernya pun dari kita. Pernah tidak? Nah beberapa pemicunya adalah:

  1. Takut ditolak: kita mungkin khawatir jika orang lain tidak menyukai atau menyetujui kita, kita akan ditolak atau dikucilkan.
  2. Harga diri rendah: jika kita memiliki harga diri yang rendah, kita mungkin lebih peka terhadap persepsi negatif tentang kita dan lebih khawatir tentang apa yang dipikirkan orang lain.
  3. Kebutuhan akan persetujuan: beberapa orang mungkin sangat membutuhkan persetujuan dan mungkin khawatir tentang bagaimana mereka dianggap sebagai cara untuk mencari validasi dari orang lain.
  4. Perbandingan sosial: kita mungkin khawatir tentang bagaimana kita dipersepsikan dibandingkan dengan orang lain, terutama jika kita merasa sedang dihakimi atau dievaluasi.
  5. Pengalaman masa lalu: pengalaman masa lalu, seperti diejek atau diintimidasi, juga bisa membuat kita lebih peka terhadap persepsi orang lain tentang diri kita.

Wajar untuk khawatir tentang bagaimana orang lain memandang kita, tetapi penting untuk diingat bahwa kita tidak dapat mengendalikan apa yang dipikirkan orang lain. Hal seperti ini sering terjadi dan kontrolnya ada di kita; kalau tidak dinetralkan atau kita tidak pandai mengatur reaksi kita; akan jadi sangat tidak produktif .

Lebih produktif untuk fokus pada bagaimana kita berpikir tentang diri kita sendiri dan berusaha untuk menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda berhenti khawatir tentang bagaimana orang lain memandang Anda:

  1. Latih penerimaan diri: cobalah untuk menerima diri Anda apa adanya, kekurangan dan segalanya. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki kekurangan dan tidak apa-apa untuk menjadi tidak sempurna.
  2. Tetapkan batasan: tidak apa-apa untuk mengatakan tidak pada hal-hal yang membuat Anda tidak nyaman atau tidak sejalan dengan nilai-nilai Anda. Menetapkan batasan dapat membantu Anda merasa lebih mengendalikan hidup Anda dan tidak terlalu khawatir tentang apa yang dipikirkan orang lain.
  3. Fokus pada tujuan Anda sendiri: alih-alih mengkhawatirkan pendapat orang lain tentang Anda, cobalah untuk fokus pada tujuan Anda sendiri dan apa yang ingin Anda capai. Saat Anda mengerjakan sesuatu yang penting bagi Anda, akan lebih mudah untuk melepaskan kekhawatiran tentang persepsi orang lain.
  4. Cari support: bicaralah dengan teman tepercaya, anggota keluarga, atau terapis tentang kekhawatiran Anda. Mereka dapat menawarkan perspektif dan membantu Anda menemukan cara untuk mengatasi kekhawatiran Anda.

Ingatlah bahwa mengkhawatirkan pandangan orang lain terhadap kita adalah hal yang wajar, tetapi penting untuk mencoba menemukan keseimbangan dan tidak membiarkan kekhawatiran itu menguasai kita.

Filsuf Yunani kuno Epictetus banyak berbicara tentang bagaimana kita menjadi kepikiran pendapat orang lain tentang diri kita. Berikut adalah kutipannya:

“It’s not what happens to you, but how you react to it that matters.”
(“Bukan apa yang terjadi pada Anda, tetapi bagaimana Anda bereaksi terhadapnya yang penting.”)

Dengan kata lain, Epictetus percaya bahwa kita tidak perlu khawatir tentang apa yang dikatakan atau dipikirkan orang lain tentang kita, karena hal-hal itu berada di luar kendali kita. Sebaliknya, kita harus fokus pada tindakan dan reaksi kita sendiri, yang berada dalam kendali kita.

Kutipan lain dari Epictetus yang berhubungan dengan ide ini adalah:

“Don’t explain your philosophy. Embody it.”

Ini berarti bahwa daripada mencoba meyakinkan orang lain tentang keyakinan kita atau mencoba membela diri terhadap mereka, kita seharusnya menjalani hidup kita dengan cara yang mencerminkan nilai dan keyakinan kita. Dengan cara ini, kita dapat membiarkan tindakan kita berbicara sendiri dan tidak mengkhawatirkan apa yang orang lain pikirkan atau katakan tentang kita.

Share your love
Facebook
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *